Umroh Backpacker Itikaf Full Romadhon 1435 H

Bismillah...

Berikut dokumentasi rangkaian kegiatan umroh backpacker itikaf Romadhon 1435 H (05 Juli -07 Agustus 2014) bersama BAHANA TUR... Akses profilnya di www.bmmt-hajiumroh.com.


Total Jamaah 8 Orang Alhamdulillah

2 Orang di antara jamaah adalah jamaah yg tertunda berangkat di tahun kemarin (Romadhon 1434H)

Sempatkan Ziarah juga.. senangnya..

Ust Bahana Jaalhaq Taqwallah

1 Kamar 5 Bed, Apartemen di Makkah +/- 1 Km dr Masjidil Haram

Kamar Mandi Bersih

Di Depan Penginapan

Semangat beritikaf di 10 Malam Terakhir Romadhan

Masjid Terapung, Jeddah

Bagi yang berminat untuk bergabung Romadhon 1436 H, bisa menghubungi di SMS/WA 08170092337, Pin BB 22FD8C85 (FAST RESPONSE)

Umroh Backpacker Itikaf Full Ramadhan 1434 H

Jamaah Umroh Backpacker Itikaf Full Ramadhan 1434 H - Bahana Tur

Alhamdulillahirabbil'alamin....


Pada Ramadhan 1434 H, kami diberi kesempatan memfasilitasi rombongan jamaah umroh backpacker i'tikaf full Ramadhan. Pesertanya tidak terlalu banyak, hanya 18 orang, kebanyakan calon jamaah lebih tertarik untuk ikut pada program i'tikaf 15 hari terakhir bulan Ramadhan. 

Di Madinah, kami tinggal selama 3 hari, selanjutnya kami menghabiskan hari-hari bulan suci Ramadhan sampai dengan shalat Ied di Makkah. Sebagian besar jamaah memfokuskan itikaf di 10 malam terakhir. Ada juga yang itikaf full dari awal tiba di Makkah sampai dengan shalat Ied. Sementara sebagian lainnya mencukupkan dengan bolak-balik masjid - penginapan. 

Jarak dari Haram ke penginapan kami sekitar +/- 1 km. Bisa ditempuh dengan jalan kaki atau menggunakan transportasi umum. Hanya perlu 2 real untuk bisa sampai ke Haram di hari biasa. Sementara di hari raya tarifnya naik sampai lebih dari 10 kali lipat.


Penginapan Sederhana di Jl Syari Mansuor - Makkah

Ini adalah program umroh backpacker pertama yang kami jalankan, masih banyak kekurangan di sana-sini. Kami akan ambil hikmah dari pengalaman yang kami dapatkan selama memfasilitasi rombongan jamaah umroh program backpacker itikaf ini. Kami bersyukur dan berterimakasih kepada para seluruh jamaah yang memberikan kesan yang baik kepada kami. InsyaAllah tahun 2014 kami akan kembali mengadakan program umroh backpacker itikaf full Ramadhan. Semoga penyelenggaran tahun ini berjalan dengan lebih baik. Aamiin




Umroh Backpacker Itikaf Full Ramadhan 1434 H, Mau?


Mau??? SMS/WA 08170092337



Umroh Backpacker = Umroh untuk Jamaah yang Sudah Berpengalaman?

Ada banyak faktor orang berangkat umroh. Ada yang karena terlalu lama mengantri haji akhirnya memutuskan untuk ber-umroh terlebih dahulu. Ada yang ber-umroh sebagai perkanalan awal sebelum melaksanakan ibadah haji. Ada yang hanya memiliki sejumlah dana, karena kekhawatiran tidak terkejar untuk biaya haji sementara usia sudah semakin sepuh, maka umroh menjadi pilihan. Ada yang berpikir daripada jalan-jalan ke luar negeri berbelanja berfoya-foya, lebih baik pergi umroh memiliki nilai ibadah. 

Semakin banyak masyarakat Muslim yang berminat untuk pergi umroh bersama keluarganya membuka peluang travel umroh untuk menawarkan berbagai paket umroh. Mulai dari umroh reguler biasa, umroh bersama artis dan umroh plus wisata ke negara Islam. 

Yang menarik belakangan adalah munculnya penawaran umroh backpacker. Kami (Bahana Tur) sendiri, terinspirasi dari konsep backpacker, yang secara garis besar diartikan sebagai menempuh perjalana umroh dengan biaya minimal. 

Ada kekhawatiran saat ini ketika melihat tarif paket umroh yang rendah. Karena belakangan banyak terjadi penyelewengan dana umroh. Untuk paket umroh reguler, standar saat ini (awal tahun 2013) berkisar di atas 17 jutaan rupiah, itu belum termasuk biaya kartu kesehatan dan airpotax handling. Bahkan bisa lebih besar dari itu untuk paket umroh plus.

Namun untuk paket umroh backpacker di awal tahun 2013 bisa dijual dengan harga 13,5 juta saja. Perlu diketahui, fasilitas yang diterima hanya berupa tiket pesawat dan visa umroh plus transportasi Jedah - Madinah - Mekkah - Jeddah. Di luar itu menjadi tanggungan masing-masing jamaah, mulai dari makan sampai penginapan. 

Kami memberikan peringatan untuk para calon jamaah umroh backpacker. Kami berupaya untuk memberikan saran agar bagi calon jamaah yang belum pernah melaksanakan ibadah umroh/haji sebelumnya tidak ikut dalam program backpacker ini. Karena khawatir akan mengalami banyak kesulitan. Kekhawatiran lain adalah ketika jamaah merasa sulit dengan keadaannya sebagai seorang backpacker, jamaah memutuskan untuk upgrade ke paket reguler justru ketika di tanah suci. Ini hanya akan semakin menambah kesulitan jamaah tersebut, karena untuk upgrade tanpa grup akan dikenakan biaya yang lebih tinggi.

Tapi itu memang baru sekedar kekhawatiran, jika memang ada calon jamaah yang merasa sudah siap dengan kondisi backpacker walaupun belum pernah melaksanakan umroh/haji sebelumnya, kami akan dengan terbuka untuk memberikan kemudahan.


Penguburan di Baqi' dan Keutamaannya

Telah banyak hadits-hadits yang menjelaskan kemuliaan wafat di kota Madinah dan kemuliaan dikuburkan di Baqi’ dan di antara fadhilah-fadhilah paling utama bagi siapa saja yang dikuburkan di Baqi’ adalah hal-hal berikut ini:

  • Mendapatkan syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat, sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar ra, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

من استطا ع أن يمو في المدينت , فليمت , فإ ني أ شفع يمو ت بها

“Barangsiapa yang bisa mati di Kota Madinah, hendaklah dia mati, sesungguhnya aku memberikan syafaat bagi yang mati di dalamnya” (HR Tirmidzi dalam Sunannya, bab Kemuliaan Kota Madinah dan Ahmad dalam Musnadnya)

  • Beruntung mendapatkan doa Rasulullah SAW dan permohonan ampun serta bacaan shalawat dari beliau, sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Aisyah ra, dia berkata:

“Adalah Rasulullah SAW setiap kali bermalam di rumahnya, keluar di akhir malam menuju ke Baqi’ maka beliaupun mengucapkan:

اسلا م عليكم دا ر قو م مؤ منين , و أ تا كم ما تو عدون , غدامؤجلون , و أ نا إ ن شا ء الله بكم لا حقون , اللهم اغفر لأ هل بقيع الغر قد

Artinya: “Salam sejahtera buat kamu wahai tempat tinggal orang-orang beriman, besok akan tiba hari yang telah ditetapkan, sesungguhnya kami dengan izin Allah akan menyusul kamu. Ya Allah! Ampunilah penghuni Baqi’ al-Gharqad” (HR Muslim, Bab apa yang dikatakan ketika masuk kuburan dan berdoa untuk penghuninya dan Nasa’i dalam Sunannya).

  • Dia akan dibangkitkan dalam keadaan aman (aman dari hal-hal yang menakutkan) pada hari Kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

من ما ت بأ حرمين بعث آ منا يو م القيا مة

“Barangsiapa yang mati di salah satu dua kota suci, maka kelak dia akan dibangkitkan dalam keadaan aman pada hari Kiamat” (HR Baihaqi dalam Sunannya dan Darqutni dalam Sunannya dan Thoyalisi dalam Musnadnya dan Thabrani dalam Mu’jam al Shaghir)

  • Dikumpulkan bersama Nabi SAW dan Abu Bakar serta Umar ra pada hari Kiamat, sebagaimana Abdullah bin Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Akulah orang pertama yang dikeluarkan dari belahan bumi pada hari Kiamat, kemudian Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian aku mendatangi penghuni Baqi’, merekapun dikumpulkan bersamaku. Kemudian aku menanti penduduk Mekkah, maka aku akan dikumpulkan di antara dua Tanah Haram”

  • Dia berada di samping sepuluh ribu shahabat yang mulia dan tokoh-tokoh para tabi’in yang baik-baik serta orang-orang yang datang setelah mereka dari para ulama, para wali dan orang-orang sholeh lainnya.

Dan termasuk yang menunjukkan fadhilah Baqi’ juga adalah sabda Rasulullah SAW untuk Ummu Qais binti Muhshan ra:
“Apakah kamu melihat pekuburan ini (yakni Baqi al-Gharqad), Allah akan membangkitkan darinya tujuh puluh ribu pada hari Kiamat dalam rupa bulan di malam purnama, mereka masuk surga tanpa hisab”.




Umroh Backpacker Itikaf Ramadhan

Bismillaahirrahmaanirrahiim,,,



Dalam kamus bahasa Inggris, istilah backpacker didefiniskan sebagai "a hiker who backpack". Dalam kenyataannya istilah backpacker tidak hanya disematkan kepada "hiker", tapi meluas kepada siapa saja yang menempuh perjalanan dengan berbekal dana yang minim dan perlengkapan seperlunya. Istilah backpacker diasosiasikan dengan perjalanan yang murah. Beberapa orang gemar bepergian ala backpacker, hingga melancong ke negeri orang pun dilakukan secara backpacker. Ada keunikan tersendiri yang dapat dirasakan melalui perjalanan ala backpacker. Konsep backpacker ini kian menjamur dan diminati hampir seluruh kalangan. Kaum Muslimin pun mulai melirik cara-cara backpacker sebagai pilihan dalam menunaikan ibadah yang selama ini ter-frame sulit dilaksanakan karena faktor keterbatasan biaya, yaitu haji dan umroh. 

Setiap Muslim pasti ingin berziarah ke tanah suci, baik untuk berumroh maupun haji. Program umroh backpacker menjadi alternatif bagi siapa saja yang hendak berumroh dengan budget minimal. Bahana Tur, sebagai travel umroh dan haji plus mencoba memfasilitasi siapa saja yang hendak berumroh sekaligus itikaf di bulan Ramadhan dengan biaya terjangkau.

Program backpacker yang ditawarkan tetap menggunakan fasilitas transportasi pesawat terbang, tetap mengadakan ziarah standar di dua kota suci (Mekkah dan Madinah), hanya saja tidak memberikan fasilitas makan dan penginapan pun hanya berupa apartemen/rumah yang dibagi bersama beberapa jamaah lainnya.

Program umroh backpacker itikaf Ramadhan ini insyaAllah menjadi program rutin tahunan yang diselenggarakan Bahana Tur sebagai bentuk kepedulian kepada Kaum Muslimin Indonesia yang ingin bersegera dalam beribadah umroh dan beritikaf di dua Masjid Suci (Masjid Nabawi dan Masjidil Haram) selama bulan Ramadhan.
     

Fiqh I'tikaf



MA’NAHU (Definisinya):

1. Secara bahasa (LUGHATAN): I’tikaf berasal dari kata ‘AKAFA-YA’KIFU-‘UKUFAN (tetap pada sesuatu).

2. Secara syari’at (SYAR’AN): I’tikaf yaitu menetap di masjid & tinggal di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada ALLAH SWT (LUZUUMUL MASJID WAL IQAAMATU FIIHI BINIYYATIT TAQARRUBI ILALLAAHI ‘AZZA WA JALLA)

Dalam tinjauan bahasa Arab, al-i’tikaf bermakna al-ihtibas (tertahan) dan al-muqam (menetap)[1].

Sedangkan definisinya menurut para fuqaha adalah:

الْمُكْثُ فِي الْمَسْجِدِ بِنِيَّةِ القُرْبَةِ
Menetap di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.

Atau:

لُزُومُ الْمَسْجِدِ لِطَاعَةِ اللهِ وَالاِنْقِطَاعِ لِعِبَادَتِهِ، وَالتَّفَرُّغِ مِنْ شَوَاغِلِ الْحَيَاةِ
Menetap di masjid untuk taat dan melaksanakan ibadah kepada Allah saja, serta meninggalkan berbagai kesibukan dunia.

Hukum dan Dalil Disyariatkannya I’tikaf

Hukumnya sunnah, dan sunnah muakkadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan. I’tikaf menjadi wajib jika seseorang telah bernadzar untuk melakukannya.

Dalil-dalilnya:

وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (Al-Baqarah (2): 125).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ فِي كُلِّ رَمَضَانَ عَشْرَةَ أَيَّامٍ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا (رواه البخاري)
Dari Abu Hurairah ra ia berkata: Nabi Muhammad saw selalu i’tikaf setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Dan pada tahun wafatnya, beliau i’tikaf selama dua puluh hari. (HR. Bukhari).

قَوْلُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ [رواه البخاري ومسلم]
Aisyah ra berkata: Rasulullah saw melakukan i’tikaf di sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan) sampai Allah mewafatkan beliau. Kemudian para istrinya melakukan i’tikaf sepeninggal beliau. (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama sepakat bahwa i’tikaf seorang istri harus seizin suaminya.

MASYRU’IYYATUHU (Dalil disyariatkannya):

  1. Al-Qur’an surat Al-Baqarah 2 ayat 187: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.”
  2. As-Sunnah: Dari Aisyah ra: “Adalah nabi SAW melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan ALLAH SWT, lalu hal tersebut dilanjutkan oleh para istri beliau SAW setelah wafatnya.” (HR Bukhari, Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, bab I’tikaf pada 10 hari terakhir & i’tikaf di masjid-masjid, hadits no. 2026)
  3. Ijma’: Telah sepakat seluruh ummat atas disyariatkannya i’tikaf (AJMA’ATIL UMMATU ‘ALA MASYRU’IYYATIL I’TIKAF).

HUKMUHU (Kedudukan Hukumnya) :

  1. WAJIB: Jika merupakan NADZAR, baik nadzar tersebut MUTHLAQ (tanpa syarat) maupun MASYRUTH (dengan syarat, misalnya jika saya dimudahkan urusan maka saya niat i’tikaf), berdasarkan hadits Ibnu Umar ra: “Umar bernadzar akan i‘tikaf pada zaman jahiliyyah di masjidil Haram. Maka Nabi SAW bersabda kepadanya: Penuhilah nadzarmu!” (HR Bukhari, Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, bab Apabila seorang bernadzar untuk i’tikaf di masa Jahiliyyah lalu ia masuk Islam, hadits no. 2043)
  2. SUNNAH: Pada 10 hari di akhir Ramadhan (berdasarkan hadits Aisyah no. 2026 di atas) & di bulan-bulan lainnya selain Ramadhan (berdasarkan hadits Amrah binti AbduRRAHMAN dari Aisyah ra, Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, bab I’tikaf di bulan Syawwal, hadits no. 2041)

ZAMANUHU (Waktu memulai & mengakhirinya):

  1. Untuk yang wajib karena nadzar, maka waktunya sesuai dengan yang dinadzarkan (lihat hadits Ibnu Umar no. 2043 di atas)
  2. Untuk yang sunnah di bulan Ramadhan, maka masuk masjid saat shalat Shubuh pada hari ke-20 bulan Ramadhan (berdasarkan hadits Amrah binti AbduRRAHMAN, hadits no. 2041 di atas) dan keluar saat akan shalat Ied (berdasarkan semua hadits-hadits tentang jumlah hari i’tikaf di atas).

ARKANUHU (Rukun-rukun I’tikaf):

  • An-Niyyah (niat), berdasarkan firman ALLAH SWT QS Al-Bayyinah, 98:5 dan hadits Umar ra : Innamal a’malu bin niyyat.
  • Makanuhu (tempat i’tikaf): Di masjid (berdasarkan firman ALLAH SWT QS Al-Baqarah, 2:187), Imam Syafi’i lebih menyukai di mesjid jami’ & Imam Malik mensyaratkan harus di majid jami’, karena i’tikaf akan terputus jika orang tersebut keluar untuk shalat Jumat ke mesjid yang lain.

MAA YUSANNU LIL MU’TAKIF (Apa-apa yang disunnahkan pada orang yang i’tikaf):

  • Puasa (berdasarkan hadits-hadits di atas), pada selain bulan Ramadhan dibolehkan i’tikaf tanpa berpuasa (berdasarkan hadits Umar no. 2043 di atas)
  • Shalat malam baik berjama’ah maupun sendiri-sendiri (berdasarkan hadits Abu Hurairah, Fathul Bari, Kitab Shalat Tarawih, bab Keutamaan org yang melakukan Qiyam Ramadhan, hadits no. 2009)
  • Menanti lailatul qadar (berdasarkan hadits Abu Sa’id al-Khudri, Fathul Bari, Kitab I’tikaf, bab I’tikaf pada 10 yang akhir & i’tikaf di mesjid-masjid, hadits no. 2027)
  • Membaca al-Qur’an, berdasarkan firman ALLAH SWT pada surat Al-Baqarah (2) ayat 185 : “…bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”
  • Berdzikir, membaca tasbih, tahmid, takbir, tahlil, shalawat, istighfar (berdasarkan firman ALLAH SWT QS Al-Ahzab, 33:41 dan hadits Aisyah ra, Fathul Bari, Kitab )
  • Berdoa, berdasarkan Firman ALLAH SWT surat Al-Baqarah (2) ayat 186: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
MAA YUBAAHU LAHU (Apa-apa yang dibolehkan bagi yang i’tikaf):

  • Perbuatan-perbuatan yang mubah seperti mandi, berminyak wangi, mencukur rambut, berhias, disisir rambut oleh istri, mencuci rambut/keramas (Fathul Bari, Kitab I’tikaf, bab wanita haid menyisir rambut org yang i’tikaf)
  • Boleh bercakap-cakap dengan orang lain, berduaan dengan istri, ataupun karena ada keperluan keluar ke pintu mesjid atau kerumahnya, kemudian kembali lagi (berdasarkan hadits Shafiyyah ra, Fathul Bari, Kitab I’tikaf, bab Apakah orang yang i’tikaf boleh keluar untuk keperluannya ke pintu masjid, Hadits no. 2035 & no. 2038)
  • Wanita yang sedang istihadhah (mengeluarkan darah bukan karena haid) boleh ikut i’tikaf (berdasarkan hadits Aisyah ra, Fathul Bari’, Kitab i’tikaf, bab i’tikaf bagi wanita yang Mustahadhah, hadits no. 2037)
  • Orang yang i’tikaf boleh membatalkan i’tikafnya karena sesuatu hal yang penting (Fathul Bari’, Kitab i’tikaf, Bab Orang yang i’tikaf lalu tampak baginya keinginan untk keluar dr i’tikaf, hadits no. 2045)
  • Orang yang i’tikaf boleh membawa barang-barang yang diperlukan, seperti alas tidur ke dalam mesjid (Fathul Bari’, Kitab i’tikaf, Bab Orang yang keluar dari i’tikafnya di waktu shubuh, hadits no. 2040)

I’tikaf bagi muslimah

I’tikaf disunnahkan bagi pria, begitu juga wanita. Tapi, bagi wanita ada syarat tambahan selain syarat-syarat secara umum di atas, yaitu, pertama, harus mendapat izin suami atau orang tua. Apabila izin telah dikeluarkan, tidak boleh ditarik lagi.

Kedua, tempat dan pelaksanaan i’tikaf wanita sesuai dengan tujuan syariah. Para ulama berbeda pendapat tentang masjid untuk i’tikaf kaum wanita. Tapi, sebagian menganggap afdhal jika wanita beri’tikaf di masjid tempat shalat di rumahnya. Tapi, jika ia akan mendapat manfaat yang banyak dengan i’tikaf di masjid, ya tidak masalah.

Terakhir, agar i’tikaf kita berhasil memperkokoh keislaman dan ketakwaan kita, tidak ada salahnya jika dalam beri’tikaf kita dibimbing oleh orang-orang yang ahli dan mampu mengarahkan kita dalam membersihkan diri dari dosa dan cela.

ALLAHu a’lam bish Shawab…

http://ddkananta.wordpress.com



 
2012 UMROH BACKPACKER ITIKAF | Header Image by Game Wallpapers
Avatar Gamezine Designed by Cheapest Tablet PC
Supported by Phones 4u